Banner image
Inspiration

Apa Itu Plating? Seni Menata Makanan agar Lebih Menarik

by AZKO

Modified at

Buat kamu yang hobi masak atau tertarik terjun ke dunia kuliner, memahami apa itu plating adalah langkah penting untuk menyajikan hidangan yang nggak cuma enak di lidah, tapi juga sanggup memanjakan mata. Kamu pasti pernah, kan, langsung ngiler cuma dari melihat tampilan makanan yang begitu indah.

Nah, biar hasil kreasi masakanmu juga terlihat berkelas layaknya buatan chef profesional, artikel ini sudah mengupas tuntas mengenai food plating, mulai dari pengertian sampai cara menerapkannya sendiri di rumah. Simak sampai selesai, ya!

BACA JUGA: Apa Itu Table Manner? Panduan Etika Makan yang Benar

Mengenal Apa Itu Plating dan Sejarah Singkatnya

Secara sederhana, plating adalah seni atau proses menata, mendekorasi, dan menyajikan makanan di atas piring atau wadah saji menyempurnakan tampilan hidangan secara keseluruhan.

Tujuannya bukan sekadar membuat makanan terlihat cantik, melainkan juga mengatur setiap elemen agar bisa dinikmati secara maksimal, baik oleh mata maupun lidah.

Plating sudah menjadi bagian penting dari seni kuliner sejak berabad-abad lalu, khususnya dalam tradisi masakan Prancis. Sosok yang diyakini membawa seni penyajian ini ke era modern adalah Marie-Antoine Carême. 

Sebagai seorang koki selebritas pertama di dunia pada abad ke-18, ia kerap menyajikan hidangan dengan bentuk yang megah dan menakjubkan. Ia pulalah yang dipercaya menciptakan croquembouche

Di era media sosial sekarang, plating makin relevan. Hidangan yang estetis lebih mudah viral, membantu membangun branding visual sebuah restoran, dan meningkatkan nilai jual menu. Bahkan di dapur rumah pun, sentuhan plating yang sederhana tapi tepat bisa mengubah sajian biasa menjadi lebih spesial.

Manfaat Menerapkan Plating pada Makanan

Berikut adalah beberapa alasan mengapa merias hidangan sangat berguna, baik untuk kelas hidangan rumahan maupun restoran mewah.

  • Menciptakan kesan pertama yang menggoda. Secara psikologis, otak manusia menilai makanan dari tampilannya lebih dulu. Hidangan yang tertata rapi cenderung dianggap lebih lezat bahkan sebelum dicicipi
  • Menyampaikan cerita. Setiap elemen dari sebuah hidangan bisa bercerita, entah itu menonjolkan kekayaan bahan lokal, menyesuaikan dengan musim, atau membagikan inspirasi pribadi sang koki.
  • Meningkatkan pengalaman menyantap. Makanan yang disajikan dengan apik memberikan kesan yang jauh lebih spesial, bahkan jika menu utamanya sebenarnya cukup sederhana.
  • Meningkatkan nilai jual. Dari sisi bisnis, sajian visual yang tampak premium dan berkelas bisa menjustifikasi harga jual makanan yang lebih tinggi.
  • Membangun identitas bisnis. Penataan yang unik, berkarakter, dan konsisten bisa menjadi identitas visual yang kuat atau branding untuk membedakan sebuah restoran dari kompetitor.
  • Menunjukkan profesionalisme. Penataan makanan yang cermat dan rapi mencerminkan keahlian, dedikasi, serta tingginya tingkat perhatian seorang chef terhadap detail.
  • Menjadi daya tarik media sosial. Di era digital, foto makanan estetik sangat digemari, sehingga memperbesar peluang hidangan menjadi viral dan menarik banyak pengikut atau pelanggan baru.

Prinsip Dasar Menerapkan Plating pada Makanan

Plating yang baik bukan soal mengisi piring sebanyak mungkin, melainkan tentang menyusun elemen hidangan secara harmonis. Ada lima prinsip mendasar yang penting kamu perhatikan ketika ingin mencobanya, yaitu.

1. Kesederhanaan

Pilih satu komponen sebagai bintang utama, lalu susun elemen lain sebagai pendukung. Piring yang terlalu penuh justru membingungkan mata dan mengurangi daya pikat. Sisakan ruang yang cukup agar tampilan tetap bersih dan terarah.

2. Permainan Warna dan Kontras

Warna yang beragam dan saling kontras membuat hidangan terlihat lebih hidup. Manfaatkan warna alami dari bahan makanan. Memadukan sayuran berwarna cerah dengan sumber protein berwarna gelap, misalnya, bisa menciptakan tampilan yang dinamis dan menggugah selera.

3. Variasi Tekstur

Kombinasikan elemen dengan tekstur yang berbeda untuk pengalaman makan yang lebih kaya. Misalnya, padukan saus yang halus dan lembut dengan crumbs atau kacang cincang yang renyah sebagai garnish. Variasi tekstur ini membangun antisipasi sensori yang menyenangkan sebelum hidangan disantap.

4. Titik Fokus

Setiap hidangan perlu memiliki satu elemen sebagai pusat perhatian. Tempatkan komponen utama di posisi paling menonjol, lalu atur elemen lainnya di sekitarnya tanpa mengalahkan kehadirannya.

5. Ruang Negatif (Negative Space)

Jangan isi setiap sudut piring. Menyisakan ruang kosong justru menciptakan kesan bersih, elegan, dan terencana, ciri khas plating yang terlihat profesional.

Cara Menerapkan Plating pada Makanan

Buat kamu yang baru mau belajar, nggak perlu langsung membuat penataan dan dekorasi yang rumit. Beberapa langkah dasar berikut sudah cukup membuat sajian tampil jauh lebih apik dari biasanya.

1. Terapkan Konsep yang Jelas

Tentukan tema penataan yang ingin ditonjolkan. Kamu bisa memilih gaya minimalis yang terpusat di tengah piring dengan elemen yang presisi, gaya klasik atau simetris yang teratur, bisa juga gaya abstrak atau rustic.

2. Pilih Piring atau Wadah Saji yang Tepat

Pastikan ukuran piring proporsional. Jangan terlalu besar agar porsi nggak terlihat pelit, jangan pula terlalu kecil hingga tampak penuh sesak.

Sesuaikan juga bentuknya. Gunakan piring atau mangkuk cekung untuk hidangan berkuah, dan piring datar (flat) untuk menu kering. Selain itu, sebaiknya pilih piring dengan warna yang bertolak belakang dengan warna hidanganmu.

3. Ciptakan Kontras Warna yang Menggoda

Hindari menumpuk bahan-bahan dengan rona senada yang membuat hidangan tampak pucat. Beranikan diri untuk memadukan elemen berwarna cerah pada piring. Kontras yang dinamis ini akan langsung menyegarkan mata sekaligus memancing nafsu makan.

4. Hadirkan Variasi Tekstur yang Kaya

Pengalaman menyantap makanan akan jauh lebih memuaskan jika kamu mengombinasikan tekstur yang beragam.

Cobalah memadukan kepadatan protein utama dengan elemen renyah dari taburan dan kelembutan dari saus pendamping. Perpaduan ini akan menciptakan sensasi yang dinamis di dalam mulut.

5. Pisahkan Elemen Basah dan Kering

Jika menu terdiri dari bahan basah dan kering yang nggak dicampur, pastikan penataannya terpisah. Trik terbaik adalah meletakkan saus atau komponen basah di bagian dasar, lalu susun elemen renyah di atasnya. Cara ini mencegah hidangan menjadi lembek.

6. Terapkan Aturan Angka Ganjil

Saat menata elemen yang terpisah, seperti udang goreng atau potongan daging, cobalah bermain dengan jumlah angka ganjil, misalnya tiga atau lima potong. Teknik jumlah ganjil ini sering kali membuat komposisi visual makanan terlihat jauh lebih seimbang, artistik, dan alami.

7. Susun Makanan Menjadi Lapisan (Layering)

Memberikan dimensi tinggi pada makanan bisa membuat tampilannya jauh lebih impresif, contohnya saat menyusun steak di atas mashed potato. Namun, pastikan lapisan tersebut nggak menjulang terlalu tinggi agar struktur hidangan nggak mudah roboh saat disajikan dan tetap nyaman saat dipotong.

8. Sempurnakan dengan Saus dan Garnish Fungsional

Jangan biarkan piring terlihat sepi. Tambahkan saus sebagai finishing menggunakan alat bantu seperti botol squeeze, kuas, atau punggung sendok untuk melukis aksen estetik.

Lengkapi juga dengan garnish fungsional, seperti microgreens, edible flowers, atau keripik sayur yang nggak hanya memperindah visual, tapi juga menambah dimensi rasa saat dikonsumsi.

9. Jaga Kebersihan Ruang Kosong

Langkah terakhir yang sangat krusial adalah memastikan area kosong di pinggir piring benar-benar bersih. Gunakan lap atau tisu bersih untuk menyeka kuah, saus, atau remah-remah yang tercecer. Piring yang rapi dan bersih akan memaksimalkan keindahan presentasi makanan secara keseluruhan.

Rekomendasi Piring Saji Terbaik untuk Menerapkan Plating di Rumah

Tentunya, skill penataan yang hebat juga membutuhkan 'kanvas' yang tepat agar hasil akhirnya maksimal dan memanjakan mata. Berikut adalah beberapa pilihan piring saji berkualitas dari AZKO untuk menyempurnakan hidangan lezatmu di rumah

1. Culinart Moonlite Piring Saji Kaca

apa-itu-plating

Sumber: ruparupa

Buat kamu yang ingin menyajikan hidangan penutup atau dessert dengan gaya yang minimalis, Culinart Moonlite Piring Saji Kaca berdiameter 19 cm ini bisa jadi pilihan yang manis.

Terbuat dari bahan kaca opal berkualitas food grade dengan warna abu-abu yang menawan, piring ini dijamin akan menonjolkan warna cerah masakan buatanmu.

Kerennya lagi, materialnya tahan panas sehingga amat aman kalau kamu mau memasukkannya ke dalam microwave.

2. Culinart Siera Piring Saji Plastik Deep

apa-itu-plating

Sumber: ruparupa

Kalau kamu butuh wadah untuk masakan yang sedikit berkuah atau bersaus banyak seperti sup dan pasta, Culinart Siera Piring Saji Plastik Deep sangatlah pas.

Walaupun terbuat dari material plastik RPET yang ramah lingkungan, piring berwarna hijau berdiameter 22 cm ini dirancang apik menyerupai keramik mewah. Tampilannya elegan, mudah dibersihkan, dan pastinya aman untuk penggunaan harian bersama keluarga.

3. Delicia Rim Piring Saji Dessert Porcelain

apa-itu-plating

Sumber: ruparupa

Ingin menonjolkan warna asli makananmu dengan latar belakang yang netral? Delicia Rim Piring Saji Dessert Porcelain berwarna putih bersih ini siap menjadi kanvas terbaikmu.

Material porcelain berkualitas food grade-nya sangat tangguh, aman menahan suhu makanan panas, dan seketika menghadirkan nuansa ala kafe atau restoran di ruang makan hunianmu.

4. Delicia Piring Saji Dessert Stoneware Swirls

apa-itu-plating

Sumber: ruparupa

Bagi kamu yang menyukai konsep hidangan bernuansa rustic atau natural, jatuhkan pilihan pada Delicia Piring Saji Dessert Stoneware Swirls.

Piring saji ini hadir dengan karakter artistik lewat material keramik stoneware berkualitas tinggi dengan detail motif swirls yang unik di permukaannya.

Keunikan tekstur ini justru memperkaya tampilan visual hidangan, menjadikannya latar yang menarik untuk plating dessert maupun makanan utama.

Tahan lama, aman digunakan di microwave, dan tetap nyaman dipakai sehari-hari maupun untuk acara spesial.

5. Krischef Piring Saji Oval

apa-itu-plating

Sumber: ruparupa

Menyajikan hidangan utama (main course) yang berbentuk panjang seperti ikan utuh atau ayam panggang tentu membutuhkan wadah dengan proporsi memanjang pula.

Krischef Piring Saji Oval hadir dengan ukuran 25x18 cm dan bahan melamine food grade yang ringan dan nggak gampang pecah. Warnanya yang putih ivory dijamin akan membuat sajianmu tampak jauh lebih stand out dan menggugah selera.

BACA JUGA: Jenis-Jenis Piring dan Fungsinya yang Perlu Kamu Tahu

Tingkatkan Tampilan Sajian dengan Teknik Plating dan Piring Saji Menawan dari AZKO

Nah, itu dia pembahasan lengkap tentang apa itu plating, mulai ari pengertian, manfaat, prinsip dasar, hingga langkah praktis yang bisa langsung kamu coba di dapur. Ingat, plating yang baik selalu dimulai dari piring yang tepat.

Untuk menemukan koleksi piring saji berkualitas yang mendukung kreativitas plating-mu, langsung saja mampir ke toko offline AZKO terdekat atau checkout lewat ruparupa, ya! Dengan piring saji koleksi AZKO, setiap sajian di meja makanmu pasti jadi lebih berkesan!

authorbox
A home and lifestyle retail brand from Kawan Lama Group that has been present for over 30 years as Your Home Life Improvement Partner, offering Indonesian customers a complete range of products from A to Z.
Share this article
See More
Stay updated with AZKO’s latest offers
icon for sosial media https://www.instagram.com/azko.idicon for sosial media https://www.tiktok.com/@azko.idicon for sosial media https://www.youtube.com/@AzkoIndonesiaicon for sosial media https://x.com/azko_idicon for sosial media https://www.facebook.com/azko.idicon for sosial media https://www.pinterest.com/azkoindonesia/