Banner image
Tips

8 Penyebab Nyeri Leher Belakang dan Cara Mengatasinya

by AZKO

Terakhir diperbarui

Nyeri leher belakang adalah rasa tidak nyaman, pegal, kaku, atau nyeri yang muncul pada bagian belakang leher hingga area bahu atas. Keluhan ini dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba, tergantung penyebabnya.

Pada banyak kasus, nyeri di leher belakang berkaitan dengan otot atau sendi yang tegang akibat kebiasaan sehari-hari. Namun, pada kondisi tertentu, nyeri juga dapat dipicu oleh gangguan saraf, cedera, maupun masalah kesehatan lainnya.

Mau tahu lebih banyak tentang nyeri leher di leher belakang? Simak pembahasan berikut agar kamu lebih memahami nyeri leher belakang dan cara menjaga kesehatan area leher!

BACA JUGA: Cara Pakai Bantal Leher dengan Tepat, Anti Pegal di Perjalanan!

Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini Bisa Jadi Penyebab Nyeri Leher Belakang

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan nyeri leher belakang. Berikut beberapa penyebab yang paling umum.

1. Postur Tubuh yang Kurang Baik

Posisi membungkuk, monitor yang terlalu rendah, dan menunduk saat menggunakan ponsel dapat memberikan tekanan berlebih pada otot leher. 

Jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus, otot akan bekerja lebih keras sehingga memicu rasa pegal dan kaku.

2. Membawa Beban Terlalu Berat

Kebiasaan membawa beban yang terlalu berat pada kedua maupun salah satu bahu dapat memberikan beban pada otot leher dan bahu. Seiring waktu, kondisi ini membuat otot bekerja lebih keras sehingga memicu rasa nyeri, apalagi jika dilakukan setiap hari.

3. Otot Tegang akibat Aktivitas Berulang

Gerakan yang dilakukan berulang, seperti bekerja di depan komputer, mengemudi dalam waktu lama, atau membawa beban berat di satu sisi tubuh dapat membuat otot leher menjadi tegang.

4. Posisi Tidur yang Kurang Tepat

Posisi tidur yang kurang tepat karena bantal tidak dapat menopang leher dengan baik membuat otot bekerja sepanjang malam. Akibatnya, leher terasa kaku atau nyeri ketika bangun di pagi hari.

5. Cedera pada Area Leher

Benturan saat berolahraga, kecelakaan kendaraan, maupun gerakan yang terlalu tiba-tiba dapat menyebabkan cedera pada otot, ligamen, atau sendi leher. 

Tingkat nyeri yang dirasakan dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga cukup berat.

6. Stres dan Ketegangan Emosional

Stres tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga dapat membuat otot area leher dan bahu menegang. Jika berlangsung dalam waktu lama, ketegangan ini dapat menjadi salah satu penyebab nyeri meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

7. Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi (Bruxism)

Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan ketegangan pada otot rahang yang menjalar hingga ke leher dan bahu sehingga memicu rasa pegal atau nyeri pada bagian tersebut.

8. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, nyeri leher belakang juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Kondisi tersebut di antaranya saraf terjepit, osteoartritis, hingga gangguan pada tulang belakang. 

Jika nyeri berlangsung lama atau disertai gejala lain, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan tenaga medis.

Cara Mudah untuk Mengurangi Rasa Nyeri di Leher Belakang

Penanganan nyeri leher belakang perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Jika keluhan masih tergolong ringan, beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

1. Istirahatkan Otot Leher

Jika nyeri muncul setelah beraktivitas dalam waktu lama, berikan waktu bagi otot leher untuk beristirahat. Hindari aktivitas yang membuat leher terus berada pada posisi yang sama selama berjam-jam.

2. Lakukan Peregangan Ringan

Peregangan dapat membantu mengurangi ketegangan pada otot leher sekaligus meningkatkan fleksibilitas. Lakukan gerakan secara perlahan tanpa memaksakan leher hingga terasa sakit.

3. Kompres Hangat

Kompres hangat dapat membantu melancarkan aliran darah sekaligus membuat otot menjadi lebih rileks. Cara ini cocok dilakukan jika nyeri di leher belakang disebabkan oleh ketegangan otot setelah beraktivitas.

4. Perbaiki Postur Tubuh

Pastikan posisi duduk tetap tegak dengan bahu rileks dan layar monitor sejajar dengan pandangan mata. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi tekanan pada otot leher saat bekerja maupun belajar.

5. Batasi Kebiasaan Menunduk Terlalu Lama

Menggunakan ponsel dalam posisi menunduk dalam waktu lama dapat meningkatkan beban pada leher. Cobalah mengangkat ponsel sejajar dengan pandangan mata dan beristirahat setiap 30 sampai 60 menit.

6. Gunakan Perlengkapan yang Mendukung Kenyamanan Leher

Selain memperbaiki kebiasaan sehari-hari, penggunaan perlengkapan yang tepat juga dapat membantu membuat area leher terasa lebih nyaman saat beristirahat maupun setelah beraktivitas.

Rekomendasi Perlengkapan dari AZKO yang dapat Menjaga Kenyamanan Leher

Selain menerapkan kebiasaan yang lebih baik, penggunaan perlengkapan pendukung juga dapat membantu memberikan rasa nyaman pada area leher, terutama setelah beraktivitas seharian. 

AZKO menyediakan berbagai alat pijat yang dapat digunakan di rumah maupun saat beristirahat untuk membantu merelaksasi otot leher dan punggung.

1. Lexata Bantalan Pijat Punggung & Leher Adjustable MD

nyeri-leher-belakang

Sumber: ruparupa

Jika nyeri leher belakang sering muncul setelah beraktivitas lama, Lexata Bantalan Pijat Punggung & Leher Adjustable MD dapat merilekskan area leher dan punggung. Bantalan pijat ini dapat diletakkan di kursi sehingga praktis digunakan saat beristirahat.

Bantalan pijat ini juga dilengkapi shiatsu, getar, dan pemanas yang dapat diatur melalui remote sesuai kebutuhan. Dengan daya 60 watt, alat pijat berbahan PU leather ini dapat digunakan selama 15 menit.

2. Lexata Bantal Pijat Leher Hand Pressure HT

nyeri-leher-belakang

Sumber: ruparupa

Untuk membantu meredakan pegal setelah beraktivitas, Lexata Bantal Pijat Leher Hand Pressure HT hadir dengan desain ringkas yang nyaman digunakan di mana saja. Bentuknya yang ergonomis membuat bantal pijat ini mudah dibawa dan disimpan.

Alat pijat ini menggabungkan fitur heating massage dan kneading massage untuk memberikan pijatan yang lembut dan merata pada area leher.

3. Lexata Alat Pijat Leher Elektrik Cervical Care – Hitam

nyeri-leher-belakang

Sumber: ruparupa

Lexata Alat Pijat Leher Elektrik Cervical Care – Hitam juga bisa menjadi pilihan yang praktis untuk digunakan. Desainnya mengikuti area leher sehingga tetap nyaman digunakan selama 15 menit.

Bantal pijat ini dilengkapi fitur pemanas infrared, electric pulse, tiga mode tekanan. Keunggulan lainnya adalah bantal ini memiliki teknologi auto modulating dan NMES (Neuro-Muscular Electrical Stimulation) untuk membantu memberikan stimulasi pada otot leher.

BACA JUGA: Daftar Alat Pijat Punggung Terbaik untuk Relaksasi di Rumah

Kembali Nyaman Beraktivitas dengan Perlengkapan Pijat dari AZKO

Sekarang kamu sudah mengetahui berbagai penyebab dan pemicu rasa nyeri di leher belakang. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, rasa nyeri ini dapat segera ditangani dan dicegah agar tidak semakin parah.

Setelah memahami penyebab dan cara mengatasinya, lengkapi juga rutinitas relaksasimu dengan perlengkapan yang tepat. AZKO menyediakan beragam alat pijat leher dan bantalan pijat berkualitas.

Kunjungi AZKO terdekat atau belanja lewat ruparupa untuk menemukan solusi praktis yang membantu meredakan nyeri leher!

authorbox
Merek ritel rumah tangga dan gaya hidup dari Kawan Lama Group yang telah hadir lebih dari 30 tahun sebagai Your Home Life Improvement Partner untuk pelanggan Indonesia dengan produk lengkap dari A sampai Z.
Bagikan Artikel ini
Lihat Selengkapnya
Dapatkan info dan promo terbaru dari AZKO
icon for sosial media https://www.instagram.com/azko.idicon for sosial media https://www.tiktok.com/@azko.idicon for sosial media https://www.youtube.com/@AzkoIndonesiaicon for sosial media https://x.com/azko_idicon for sosial media https://www.facebook.com/azko.idicon for sosial media https://www.pinterest.com/azkoindonesia/