Banner image
Inspiration

Apa Itu Teknik Poaching dalam Memasak,
Ini Cara Melakukannya

by AZKO

Modified at

Teknik poaching adalah salah satu metode memasak yang populer karena mampu menghasilkan hidangan lembut, lezat, dan tetap kaya nutrisi. Berbeda dengan merebus biasa, poaching dilakukan menggunakan cairan bersuhu rendah, sehingga bahan makanan matang perlahan tanpa kehilangan tekstur alaminya.

Teknik poaching sering dipakai untuk mengolah telur, ikan, dada ayam, hingga berbagai jenis sayuran. Selain lebih sehat karena nggak butuh banyak minyak, metode ini memungkinkan bahan makanan menyerap cita rasa dari cairan yang digunakan selama proses memasak.

Penasaran bagaimana cara mempraktikkannya di dapur rumah kamu sendiri? Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai teknik poaching di artikel ini!

BACA JUGA: 6 Rekomendasi Alat Masak Tanpa Minyak untuk Dapur Sehat

Apa yang Dimaksud dengan Teknik Poaching?

Poaching adalah teknik memasak dengan cara merendam bahan makanan ke dalam cairan panas yang suhunya berkisar antara 70 sampai 85 derajat Celsius. Suhu tersebut sengaja dijaga agar cairan nggak mendidih sepenuhnya, sehingga makanan dapat matang dengan perlahan.

Teknik poaching banyak dipilih karena ampuh menjaga kelembapan, tekstur, dan rasa alami bahan makanan.  Selain itu, proses memasak dengan suhu rendah turut mempertahankan kandungan gizi yang mungkin hilang jika dimasak dengan suhu tinggi. Cairan sisa pemasakan pun bisa diolah lebih lanjut jadi saus pendamping hidangan.

Jenis-jenis Teknik Poaching

Dalam dunia kuliner, teknik poaching dibedakan lagi menjadi beberapa metode. Masing-masing punya karakteristik tersendiri, terutama dalam hal pengaplikasiannya. Berikut ini penjelasannya.

1. Submersion Poaching

Submersion poaching dilakukan dengan merendam seluruh bagian bahan makanan ke dalam cairan hingga benar-benar tenggelam.

Kamu perlu menyiapkan panci berukuran cukup besar agar cairan bisa menutupi seluruh permukaan bahan, dan terkadang bahan makanan dilapisi kertas perkamen supaya posisinya tetap stabil selama proses memasak.

2. Shallow Poaching

Berbeda dengan metode sebelumnya, shallow poaching hanya merendam sebagian bahan makanan dengan cairan yang lebih sedikit.

Cairan tersebut kemudian dibiarkan menyusut seiring proses memasak hingga berubah kental dan siap dijadikan saus. Panci pun biasanya ditutup supaya panas menyebar merata ke seluruh bahan.

3. Par-Poaching

Par-poaching mengombinasikan proses pemasakan awal hingga bahan makanan setengah matang, sebelum akhirnya diselesaikan dengan teknik poaching hingga benar-benar matang sempurna. Tingkat kematangan biasanya dicek berkala menggunakan ujung pisau atau alat bantu lain agar hasil akhirnya presisi.

Bedanya Poaching dengan Teknik Memasak Lain

Teknik poaching kerap dianggap mirip dengan beberapa metode memasak lain karena sama-sama menggunakan cairan sebagai media utama. Padahal, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu kamu ketahui supaya nggak salah pilih teknik. Ini dia perbedaannya.

1. Poaching dan Boiling

Perbedaan poaching dan boiling terletak pada suhu yang digunakan selama proses memasak. Boiling membutuhkan suhu didih penuh, yakni sekitar 100 derajat Celsius, sehingga bahan makanan matang lebih cepat tapi berisiko kehilangan sebagian kandungan gizi.

Sementara itu, poaching menggunakan suhu jauh lebih rendah sehingga proses memasak berjalan lebih lambat, tapi tekstur dan nutrisi bahan makanan lebih terjaga.

2. Poaching dan Simmering

Simmering menggunakan suhu yang sedikit lebih tinggi dibanding poaching dan umumnya dipakai untuk memasak bahan bertekstur keras, seperti daging sapi atau kambing, dengan waktu memasak yang jauh lebih lama.

Poaching, di sisi lain, lebih sering digunakan untuk bahan yang cenderung lembut seperti telur maupun ikan, dengan durasi memasak yang relatif singkat.

3. Poaching dan Blanching

Blanching dilakukan dengan memasukkan bahan makanan ke air mendidih hanya dalam hitungan detik atau menit, kemudian segera dipindahkan ke air es untuk menghentikan pemasakan.

Teknik ini berbeda dengan poaching yang memasak bahan makanan secara perlahan hingga benar-benar matang tanpa perlu direndam air dingin setelahnya.

Bahan Makanan yang Cocok Diolah dengan Teknik Poaching

Nggak semua bahan makanan cocok dimasak dengan teknik ini. Umumnya, poaching paling pas diterapkan pada bahan bertekstur lembut yang mudah rusak jika dimasak dengan suhu tinggi, seperti berikut ini.

  • Telur, terutama untuk membuat poached egg dengan kuning telur yang masih meleleh.
  • Ikan, seperti salmon, kakap, atau ikan lain yang bertekstur lembut.
  • Dada ayam, cocok untuk hidangan salad maupun isian sandwich.
  • Udang atau scallop.
  • Buah seperti pir dan apel, biasa diolah menjadi hidangan penutup.
  • Sayuran seperti asparagus, brokoli, atau wortel.

Cairan yang Bisa Digunakan untuk Teknik Poaching

Selain bahan utama, pemilihan cairan turut menentukan cita rasa akhir hidangan yang kamu masak dengan teknik poaching. Berikut beberapa pilihan cairan yang biasa digunakan.

  • Air putih atau air kaldu, cocok untuk hasil rasa yang natural.
  • Susu, membuat bahan makanan menjadi lebih lembut, creamy, dan gurih.
  • Anggur merah atau putih, untuk aroma yang lebih kaya.
  • Court-bouillon atau kaldu berbumbu rempah dan sayuran.
  • Kaldu miso, memberi sentuhan gurih khas Asia.
  • Campuran air dengan cuka atau perasan lemon sebagai penambah rasa asam.

Selain cairan utama, kamu juga bisa menambahkan bahan aromatik seperti daun salam, lada, atau rempah lainnya supaya cita rasa hidangan kian kaya.

Kombinasi cairan dan aromatik yang tepat inilah yang membuat hasil poaching terasa lebih istimewa dibanding sekadar merebus dengan air biasa.

Cara Melakukan Teknik Poaching

Meskipun terlihat sederhana, teknik poaching membutuhkan ketelitian agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan. Nah, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.

  1. Siapkan cairan poaching sesuai bahan makanan dan cita rasa yang diinginkan, misalnya air biasa untuk rasa natural atau kaldu dan susu untuk hasil yang lebih gurih. Kamu juga bisa menambahkan sedikit garam, cuka, atau rempah supaya rasa cairan lebih kaya.
  2. Panaskan cairan dalam panci hingga mendidih, lalu turunkan suhunya ke kisaran 70 sampai 85 derajat Celsius. Gunakan termometer dapur bila perlu untuk memastikan suhu tetap stabil dan nggak sampai mendidih kembali.
  3. Masukkan bahan makanan secara perlahan ke dalam cairan. Pastikan seluruh bahan terendam jika menggunakan metode submersion, atau hanya sebagian jika memilih metode shallow poaching. Selama proses memasak berlangsung, hindari mengaduk terlalu sering agar bentuk makanan tetap terjaga dengan baik.
  4. Masak bahan hingga matang dengan api kecil, durasinya tergantung dengan jenis bahan yang kamu pakai. Setelah matang, angkat menggunakan spatula berlubang agar cairan mudah menetes, kemudian sajikan atau olah cairan sisanya menjadi saus pelengkap.

Rekomendasi Peralatan Masak Terbaik dari AZKO untuk Menerapkan Teknik Poaching

Supaya kamu bisa mempraktikkan teknik poaching dengan mudah dan hasilnya maksimal, kamu butuh peralatan masak yang tepat untuk mendukungnya. Berikut rekomendasi produk dari AZKO yang bisa kamu andalkan.

1. Culinart Termometer Dapur

teknik-poaching

Sumber: ruparupa

Culinart Termometer Dapur bakal berguna banget buat memastikan suhu cairan poaching tetap berada di kisaran ideal, nggak sampai mendidih tapi cukup panas untuk mematangkan bahan makanan.

Produk ini memiliki desain yang praktis, mudah digunakan, serta mampu memberikan hasil pengukuran yang akurat. Materialnya juga bebas dari bahan berbahaya, sehingga aman digunakan untuk bahan pangan.

2. Culinart Eyesi Panci Saucepan Ceramic Marble Coating

teknik-poaching

Sumber: ruparupa

Culinart Eyesi Panci Saucepan Ceramic Marble Coating cocok jadi andalan kamu untuk mempraktikkan teknik poaching di rumah. Panci ini dilengkapi tutup kaca transparan sehingga kamu bisa memantau proses memasak tanpa perlu membuka tutup dan membuat suhu cairan naik turun.

Material aluminium die-cast berkualitas food grade dengan lapisan ceramic marble membantu menyebarkan panas secara merata. Produk ini juga kompatibel dengan segala jenis kompor, termasuk kompor induksi, membuatnya fleksibel digunakan di dapur mana pun.

3. Culinart Spatula Slotted Kayu Beech

teknik-poaching

Sumber: ruparupa

Culinart Spatula Slotted Kayu Beech jadi pelengkap yang memudahkan kamu mengangkat bahan makanan hasil poaching, seperti telur atau ikan, tanpa merusak teksturnya yang lembut.

Bagian berlubang spatula ini membantu cairan menetes lebih cepat sebelum bahan makanan dipindahkan ke piring saji.

Terbuat dari kayu beech berkualitas tinggi yang tahan panas, spatula ini aman digunakan pada permukaan wajan atau panci anti lengket, lengkap dengan pegangan ergonomis yang nyaman digenggam selama memasak.

BACA JUGA: 9 Fungsi Panci dan Jenis-Jenisnya untuk Masak Lebih Mudah

Ingin Mencoba dan Menguasai Teknik Poaching? Lengkapi Dapurmu dengan Alat Masak Terbaik dari AZKO!

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang teknik poaching, mulai dari pengertian, jenis-jenis, bahan bisa digunakan, hingga cara mempraktikkannya. Dengan memahami cara kerja teknik ini, sekarang kamu bisa menghadirkan hidangan yang lembut, sehat, dan kaya rasa langsung dari dapur sendiri.

Tapi ingat, supaya proses memasak dengan metode poaching makin ringan dan lancar, jangan lupa lengkapi peralatan dapur kamu dengan produk-produk berkualitas dari AZKO di atas.

Yuk, mampir ke toko offline AZKO terdekat atau checkout langsung lewat ruparupa sekarang juga untuk mendapatkannya!

authorbox
A home and lifestyle retail brand from Kawan Lama Group that has been present for over 30 years as Your Home Life Improvement Partner, offering Indonesian customers a complete range of products from A to Z.
Share this article
See More
Stay updated with AZKO’s latest offers
icon for sosial media https://www.instagram.com/azko.idicon for sosial media https://www.tiktok.com/@azko.idicon for sosial media https://www.youtube.com/@AzkoIndonesiaicon for sosial media https://x.com/azko_idicon for sosial media https://www.facebook.com/azko.idicon for sosial media https://www.pinterest.com/azkoindonesia/