Penggunaan chafing dish adalah solusi untuk menjaga dan menyimpan hidangan yang ingin disajikan agar tetap hangat. Peralatan ini lazim ditemukan dalam acara besar yang menyediakan jamuan untuk jumlah besar. Selain dalam acara besar, peralatan seperti ini juga dapat ditemui di beberapa penjual makanan.
Pada zaman dahulu, chafing dish atau pemanas hidangan juga bisa digunakan untuk memasak makanan. Seiring perkembangan zaman, fungsinya juga berubah sesuai kebutuhan saat ini. Yuk, simak pembahasan berikut ini!
BACA JUGA: Jenis-Jenis Alat Prasmanan dan Fungsinya untuk Masakan!
Komponen Utama yang Terdapat dalam Peralatan Chafing Dish
Secara umum komponen dalam chafing dish adalah lima komponen yang terbuat dari logam, stainess steel, atau kaca. Hal yang sedikit membedakan dari komponen dalam beberapa peralatan ini adalah bentuknya. Peralatan ini memiliki beberapa jenis dengan bentuk berbeda yang sesuai dengan fungsinya.
Meskipun demikian, secara umum komponen utama semua chafing dish memiliki persamaan. Berikut komponen utama dari peralatan tersebut:
- Rak penyangga
- Wadah air
- Wadah hidangan
- Penutup
- Pemanas dengan sumbu
Fungsi Peralatan Chafing Dish
Kamu pasti pernah melihat chafing dish dalam acara besar sebagai wadah hidangan. Tetapi, fungsinya tidak hanya sebagai wadah. Peralatan ini memiliki banyak fungsi lain, sehingga banyak dipilih menjadi wadah penyajian hidangan dalam acara besar. Ini adalah beberapa fungsi dari chafing dish yang perlu kamu ketahui.
1. Wadah Penyajian Hidangan
Penghangat hidangan ini dapat digunakan sebagai tempat untuk menyajikan hidangan yang sudah matang dalam porsi besar. Penggunaannya sebagai wadah memudahkan penyusunan hidangan di meja, sehingga tamu lebih mudah untuk memilih dan mengambil hidangan yang disajikan.
2. Menghangatkan Hidangan
Komponen sumbu pemanas dalam peralatan ini berfungsi menjaga hidangan agar tetap hangat. Kamu tidak perlu ribet bolak-balik ke dapur untuk mengambil hidangan hangat. Hidangan yang ada di dalam wadah penghangat hidangan akan selalu hangat selama sumbu menyala.
3. Menjaga Kualitas dan Kebersihan Hidangan
Peralatan penghangat hidangan sudah dilengkapi oleh penutup yang akan menjaga hidangan dari kontaminasi luar. Selain itu, hidangan dalam wadah penghangat akan terus hangat sehingga tidak akan merusak cita rasa yang ada.
4. Bisa Digunakan untuk Hidangan dengan Kuah dan Minuman
Penggunaan penghangat hidangan tidak terbatas untuk beberapa makanan kering saja. Peralatan chafing dish adalah peralatan yang juga bisa digunakan untuk hidangan berkuah dan minuman. Peralatan ini memiliki banyak jenis dengan bentuk dan fungsi khusus yang berbeda-beda.
Beberapa Jenis Chafing Dish Sesuai dengan Fungsinya
Peralatan pemanas hidangan ini memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan fungsinya. Berikut ini beberapa jenis yang banyak digunakan.
1. Rectangular Chafer
Wadahnya berbentuk persegi panjang dengan permukaan yang datar dan tidak terlalu dalam. Model ini banyak digunakan dan ditemui di berbagai tempat. Wadahnya bisa digunakan untuk berbagai hidangan, seperti lauk, sayur dengan sedikit kuah, hidangan penutup, dan buah.
2. Round Chafer
Wadahnya berbentuk bulat dan memiliki dimensi yang agak dalam. Jenis ini bisa digunakan untuk hidangan yang memiliki kuah seperti sup dan soto. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai wadah nasi jika tidak ingin menyajikan nasi langsung di rice cooker atau warmer.
3. Square Chafer
Memiliki bentuk persegi dan permukaannya sedikit dalam. Wadahnya bisa digunakan untuk menaruh lauk, sayur, hidangan penutup, dan saus.
4. Oval Chafer
Bentuknya yang oval atau lonjong menghadirkan kesan elegan pada meja makan atau meja penyajian. Memiliki permukaan yang datar seperti rectangle chafing. Selain itu, fungsinya juga hampir sama, yaitu sebagai wadah penyajian hidangan utama, lauk, sayur, dan buah.
5. Disposable Chafer
Berbeda dengan keempat jenis sebelumnya, jenis ini hanya digunakan sekali pakai. Wadah, rak penyangga, pemanas, dan tutupnya bisa dibuang setelah digunakan. Jenis ini biasanya terbuat dari bahan kertas alumunium dan ukurannya lebih kecil.
6. Drop-in Chafer
Jenis ini sudah terpasang permanen di meja saji dan sumber pemanasnya menggunakan listrik. Meskipun sudah terpasang di meja, wadahnya bisa dilepas sehingga tetap mudah untuk dibersihkan.
7. Coffee Chafer
Peralatan pemanas ini khusus digunakan untuk minuman baik panas maupun dingin. Biasanya sudah dilengkapi juga dengan sumbu pemanas, sehingga bisa menjaga minuman tetap panas atau hangat saat disajikan.
8. Soup Chafer
Wadahnya berbentuk bulat dan tinggi sehingga bisa digunakan untuk hidangan yang cair atau memiliki kuah. Cocok untuk hidangan, seperti sup, bubur, dan oatmeal.
9. Griddle Chafer
Memiliki wadah yang panjang seperti loyang dan rak penyangga pendek. Sumbu pemanasnya diletakkan tepat di bawah dekat dengan loyang.
Jenis pemanas ini bisa digunakan untuk memasak hidangan yang cepat matang. Cocok untuk makanan yang bisa dipanggang di depan tamu, seperti bacon, sayuran panggang, dan pancake.
10. Induksi
Peralatan pemanas ini sudah dilengkapi dengan pemanas induksi yang menempel pada bagian bawah wadah. Sumber panas menggunakan listrik dan tidak membutuhkan api, sehingga lebih aman. Distribusi panasnya juga menyebar dengan merata.
11. Elektrik
Jenis ini merupakan jenis yang paling modern karena tidak membutuhkan api dan memiliki pengaturan suhu digital. Suhu dapat dilihat di tampilan layar yang ada di penyangga yang juga sudah dilengkapi dengan pemanas.
Pemanas ini menggunakan sumber pemanas dari listrik, beberapa juga dilengkapi dengan sumbu pemanas konvensional. Dengan demikian, alat ini bisa digunakan di dalam ataupun luar ruangan.
Cara Menggunakan Chafing Dish untuk Pemanfaatan yang Maksimal
Secara umum menggunakan chafing dish adalah cara yang sederhana dan mudah dilakukan. Jika sumber dayanya sudah menggunakan listrik, maka hanya perlu mencolokkan kabel ke sumber listrik.
Apabila pemanas hidangan masih menggunakan api sebagai sumber panas, kamu perlu mengetahui cara menggunakannya. Cara berikut ini bisa dilakukan jika kamu ingin coba menggunakan peralatan tersebut.
- Siapkan rangka penyangga wadah chafing dish.
- Kemudian letakkan wadah air pada tempat yang disediakan untuk menghantarkan panas dari sumbu. Tuang air secukupnya sesuai dengan takaran yang disarankan dalam produk. Wadah air juga bisa diisi dengan es batu jika hidangan yang akan disajikan merupakan hidangan dingin.
- Setelah wadah air siap, letakkan wadah hidangan di atasnya. Wadah hidangan diisi dengan hidangan yang ingin disajikan. Lalu, tutup dengan penutup.
- Masukkan lilin ke dalam sumbu yang sudah disediakan. Lalu, nyalakan sumbu dengan api, jika ingin makanan tetap hangat. Sumbu tidak harus dinyalakan jika tidak ingin menghangatkan makanan.
BACA JUGA: 7 Alat Penghangat Makanan, Bikin Sajian Selalu Siap Disantap
Rekomendasi Peralatan Chafing Dish yang Tersedia di AZKO
Berikut ini beberapa rekomendasi peralatan penghangat makanan dari AZKO yang bisa kamu gunakan untuk menghangatkan makanan.
1. Nerinko Set Penghangat Makanan Putar 7 pcs by Culinart

Sumber: ruparupa
Peralatan penghangat makanan model putar dari Culinart ini memiliki tujuh kompartemen. Dengan kapasitasnya yang besar, penghangat makanan ini bisa digunakan untuk acara keluarga, pesta, maupun untuk hidangan sehari-hari. Meskipun bisa memuat banyak makanan, alat ini memiliki desain yang tetap minimalis dan elegan.
Komponen dalam perlengkapan ini terdiri dari satu wadah besar, enam wadah kecil, rak penyangga, tutup, dan lilin. Selain itu, rak penyangganya yang dapat berputar akan memudahkan untuk memilih makanan.
Peralatan Nerinko Set Penghangat Makanan Putar 7 pcs by Culinart ini menggunakan material kaca borosilikat untuk pancinya dan metal untuk material raknya. Material tersebut akan menjaga makanan tetap hangat. Material tersebut juga aman digunakan dalam microwave dan bisa dicuci.
2. Penghangat Makanan 3 Pan Stainless Steel by Kris

Sumber: ruparupa
Penghangat Makanan 3 Pan Stainless Steel dari Kris akan membuat makanan tetap hangat saat disajikan. Kamu bisa mengatur tingkat kepanasan yang kamu inginkan saat menghangatkan makanan. Tidak usah khawatir makanan dan peralatan mengalami panas berlebih, karena ada fitur overheat protection.
Selain itu, peralatan ini sudah memiliki tiga kompartemen sehingga bisa digunakan untuk menyajikan beberapa hidangan sekaligus. Kompartemen dan komponen dari alat penghangat makanan ini juga mudah untuk dibersihkan. Keunggulan lainnya, material yang digunakan sudah food grade sehingga makanan dijamin aman.
3. Nerinko Penghangat Makanan Rectangle by Culinart

Sumber: ruparupa
Jika kamu membutuhkan satu set penghangat makanan, Nerinko Penghangat Makanan Rectangle dari Culinart bisa menjadi pilihan tepat. Peralatan ini berkapasitas tiga liter sehingga cocok untuk pesta, arisan, dan perjamuan makan. Satu set peralatan berisi wadah kaca, gagang penyangga, tutup, dan lilin kecil untuk menjaga makanan tetap hangat.
Penghangat makanan ini dominan berwarna silver yang dapat meningkatkan estetika meja saji. Selain tampilan yang menarik, peralatan ini mudah dibersihkan setelah digunakan. Wadah kacanya juga sudah microwave safe sehingga aman jika ingin dipanaskan.
BACA JUGA: 5 Tips Menjaga Hidangan Lebaran Tetap Hangat Saat Disajikan
Meja Makan Tampil Lebih Elegan dengan Penghangat Makanan dari AZKO
Setelah mengetahui fungsi dari penggunaan chafing dish, kamu bisa mengetahui peralatan yang tepat untuk kamu. AZKO menyediakan berbagai jenis penghagat makanan yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas. Dengan memilih produk yang tepat, makanan tetap hangat dan meja makan kamu lebih stylish.
Tertarik dengan produk yang kami? Kunjungi AZKO terdekat atau kamu juga bisa belanja lewat ruparupa!
Sajikan hidangan terbaikmu dengan pilihan penghangat makanan dari AZKO!






