Demi kenyaman dan kesehatan keluarga, udara bersih di dalam rumah perlu dijaga. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan air purifier. Namun, perangkat ini hanya bisa bekerja optimal bila filternya bersih terawat. Apakah kamu sendiri sudah tahu cara membersihkan filter air purifier?
Selain dibersihkan, filter air purifier juga perlu diganti setelah mencapai masa pakai tertentu, lho. Pasalnya, jika komponen itu kotor, kualitas udara justru memburuk, bahkan bisa memicu alergi dan kerusakan alat.
Nah, di artikel ini, kamu akan menemukan panduan perawatan filter air purifier lengkap, termasuk cara membersihkannya dan patokan kapan perlu mengganti komponen penting ini. Yuk, pelajari agar air purifier-mu selalu berfungsi dengan baik!
BACA JUGA: 10 Kegunaan Air Purifier: Menjaga Udara di Rumah Tetap Sehat
Pentingnya Membersihkan Filter Air Purifier
Filter air purifier butuh perhatian rutin agar tetap efektif. Komponen ini tugasnya menangkap berbagai partikel berbahaya yang melayang di udara, seperti debu halus (PM2.5), serbuk sari, alergen, bulu hewan, asap, virus, bakteri, kuman, hingga jamur.
Seiring pemakaian, partikel-partikel tadi menumpuk dan menyumbat pori-pori filter. Akibatnya, filter yang kotor mulai menghambat aliran udara, membuat motor bekerja ekstra keras, dan menurunkan efektivitas penyaringan secara siginifikan.
Jenis-jenis Filter Air Purifier
Sebelum masuk ke langkah-langkah perawatan, ketahui dulu kalau filter air purifier terdiri dari tiga jenis, yaitu pre-filter, HEPA filter, dan filter karbon aktif. Setiap jenisnya punya karakteristik dan kebutuhan perawatan yang berbeda. Jika salah penanganan, bisa-bisa justru merusak kemampuan menyaringnya.
Berikut ini masing-masing perbedaannya:
1. Pre-Filter
Pre-filter adalah lapisan pertama penyaring udara yang berperan memerangkap partikel berukuran besar, seperti debu kasar, rambut, dan bulu hewan. Oleh karena itulah, pre-filter terbilang paling cepat kotor dan butuh sering dibersihkan, setidaknya 1-2 minggu sekali.
Pre-filter boleh dicuci dengan air bersih tanpa sabun atau detergen, asalkan produknya memang tertera keterangan washable.
2. HEPA Filter
HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter adalah lapisan penyaring yang mampu mengeliminasi partikel sangat kecil berukuran hingga 0,1 mikron dengan efisiensi 99,9%, seperti debu halus dan bakteri.
Perlu dicatat, sebagian HEPA filter nggak boleh dicuci karena serat-serat halus di dalamnya rentan rusak kalau terkena air, sehingga menurunkan efektivitas perangkat dalam memurnikan udara.
3. Filter Karbon Aktif
Filter karbon aktif atau activated carbon filter bekerja menyerap gas beracun dan bau tak sedap, bukan menangkap partikel fisik seperti dua jenis sebelumnya. Perawatan lapisan ini idealnya juga sebaiknya nggak dicuci.
Cara Membersihkan Filter Air Purifier
Setelah paham lapisan-lapisan filter air purifier, kamu bisa mulai membersihkannya. Ikuti langkah-langkah di bawah ini biar nggak salah penanganan.
- Nonaktifkan dan cabut air purifier dari stopkontak.
- Buka penutup atau panel depan air purifier secara manual.
- Lepaskan lapisan filter satu per satu dari tempatnya.
- Cukup gunakan vacuum cleaner dengan daya rendah atau sikat halus untuk membersihkan permukaan masing-masing filter dari kotoran. Jangan mencuci filter, terutama HEPA filter dan karbon aktif, biar nggak rusak.
- Pastikan semua filter kering dan nggak lembap sebelum dipasang kembali. Khusus filter karbon aktif, kamu bisa menjemurnya selama 1-2 jam.
- Setelah filter terpasang ke tempat semua, tutup panel air purifier.
- Colokkan kembali unit air purifier ke sumber listrik buat memastikan alat berfungsi dengan baik.
Masa Ganti Filter Air Purifier
Membersihkan filter air purifier memang penting, tapi ada saatnya kamu mesti langsung menggantinya agar perawatannya lebih maksimal.
Tanda-tanda komponen tersebut perlu diganti dengan yang baru di antaranya muncul bau tak sedap, indikator filter aktif, aliran udara lemah, warna filter berubah hitam, dan kualitas udara terasa menurun.
Untuk lebih jelasnya, berikut estimasi waktu penggantian setiap jenis filter yang bisa kamu jadikan acuan.
- Pre-filter: setiap 3–18 bulan tergantung produk dan tingkat paparan kotoran.
- HEPA filter: setiap 1-2 tahun, tapi disarankan lebih cepat diganti, yaitu 6 bulan sekali, jika digunakan intensif di lingkungan dengan polusi tinggi.
- Filter karbon aktif: setiap 6-12 bulan, tergantung beban bau dan jumlah media karbon di dalamnya.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Masa Pakai Filter
Pada dasarnya, berapa lama filter air purifier harus diganti sangat bervariasi karena banyak variabel yang bermain. Pahami faktor-faktor berikut agar kamu bisa lebih akurat dalam menentukan jadwal perawatan.
- Kualitas udara lingkungan. Di daerah perkotaan dengan polusi tinggi, area dekat konstruksi bangunan, atau kawasan yang kerap dilanda kabut asap, filter bakal lebih cepat tersumbat dibanding di lingkungan yang lebih bersih.
- Frekuensi penggunaan. Makin lama air purifier bekerja setiap harinya, makin cepat partikel terisi.
- Kapasitas kurang sesuai. Menggunakan air purifier di ruangan yang terlalu luas dibanding kapasitas yang direkomendasikan bikin alat bekerja lebih keras dan filter lebih cepat penuh.
- Tipe filter. Beberapa filter yang punya ketahanan lebih panjang dibanding model yang lain.
Rekomendasi Filter Air Purifier Terbaik dari AZKO
Sudah paham cara membersihkan dan kapan harus mengganti filter? Sekarang, pastikan kamu menyiapkan filter pengganti yang berkualitas. Nah, AZKO punya dua pilihan filter air purifier yang patut kamu pertimbangkan.
1. Clair Part Filter Air Purifier Seri Wind W1td1866

Sumber: ruparupa
Clair Part Filter Air Purifier Seri Wind W1td1866 adalah solusi pengganti filter yang dirancang khusus untuk menjaga performa optimal air purifier Clair seri W1td1866.
Filter pengganti e2f ini mampu mengeliminasi hingga 99,97% partikel berbahaya, termasuk debu halus, jamur, alergen, bahkan virus berukuran lebih kecil dari 0,1 mikron. Kemampuan ini sudah diuji dan diverifikasi oleh Korean Institute, sehingga kamu nggak perlu ragu lagi.
Yang bikin filter ini istimewa, proses pembersihannya lebih mudah dibanding filter HEPA konvensional. Kamu juga nggak perlu sering-sering menggantinya karena hanya butuh dibersihkan setelah penggunaan 12 -18 bulan.
2. Kris Part Filter Air Purifier Mini Seri Vk-6062

Sumber: ruparupa
Kris Part Filter Air Purifier Mini Seri Vk-6062 adalah filter pengganti resmi yang kompatibel dengan Kris Air Purifier Mini, dirancang untuk menjaga kemampuan penyaringan udara tetap bekerja di level terbaiknya.
Filter berteknologi HEPA ini mampu menyaring kotoran, partikel debu halus, virus, bakteri, kuman, hingga jamur dengan efisiensi mencapai 99,97%, menjadikannya pilihan andal untuk menjaga kualitas udara di ruangan berukuran kecil hingga 6 m².
Kalau kamu pengguna Kris Air Purifier Mini, mengganti filter dengan produk ini adalah langkah paling mudah dan efektif untuk memastikan udara yang kamu hirup setiap hari benar-benar bersih dan sehat.
BACA JUGA: Apakah Air Purifier Bisa Mendinginkan Ruangan? Ini Faktanya!
Udara Bersih Dimulai dari Filter Air Purifier yang Terawat dan Produk Pengganti yang Tepat!
Nah, itu dia panduan lengkap seputar cara membersihkan filter air purifier dan kapan waktu yang tepat untuk menggantinya. Sekarang kamu sudah tahu kalau air purifier hanya bisa bekerja secara maksimal jika filternya rutin dirawat.
Jangan tunggu filter rusak baru bertindak, karena udara yang kamu hirup setiap hari penting bagi kesehatan keluarga yang nggak ternilai harganya.
Kalau kamu membutuhkan filter pengganti yang berkualitas dan tepercaya, AZKO siap membantu. Kamu bisa langsung singgah ke toko offline AZKO terdekat atau pesan online dari ruparupa untuk mendapatkannya.
Selain komponen air purifier, AZKO juga menyediakan berbagai peralatan elektronik untuk menunjang gaya hidup sehat dan nyaman di rumah, mulai humidifier, dehumidifier, hingga exhaust fan. Yuk, miliki segera dengan harga terbaik!






