Banner image
Inspiration

10 Jenis Hama Tanaman dan Cara Membasminya

by AZKO

Modified at

Hama tanaman jadi salah satu masalah yang sering dihadapi pecinta tanaman, baik tanaman hias, sayuran, buah, maupun tanaman perkebunan. Kehadirannya nggak hanya bikin tanaman rusak, tapi juga menghambat pertumbuhan, menurunkan hasil panen, hingga menyebabkan tanaman mati apabila nggak segera ditangani.

Masalahnya, banyak jenis hama tanaman berkembang sangat cepat dan menyerang tanpa disadari. Ada hama yang makan daun, merusak batang, mengisap cairan tanaman, hingga menyerang bagian akar di dalam tanah. 

Nah, artikel ini sudah merangkum berbagai jenis hama tanaman beserta cara membasminya dengan benar. Yuk, simak penjelasan lengkapnya biar tanamanmu selalu sehat dan tumbuh optimal!

BACA JUGA: 10 Tips Merawat Tanaman Hias di Rumah agar Tetap Cantik

Apa Itu Hama Tanaman?

Sebelum melihat contohnya, pahami dulu, yuk, sebenarnya apa itu hama tanaman. Hama tanaman adalah organisme pengganggu yang menyebabkan tanaman rusak, sakit, atau bahkan mati.

Kerusakan akibat hama biasanya terlihat dari perubahan fisik tanaman, seperti daun berlubang, batang membusuk, hingga buah rusak.

Dalam dunia pertanian dan perkebunan, hama termasuk salah satu penyebab utama gagal panen karena mampu menyerang tanaman dalam jumlah besar.

Yang perlu diingat, nggak semua hewan yang berada di sekitar tanaman bisa disebut hama, ya. Suatu organisme baru dianggap hama kalau keberadaannya benar-benar merusak tanaman dan menyebabkan kerugian.

Jadi, penting untuk melakukan identifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembasmian agar penanganannya lebih efektif.

Jenis-jenis Hama Tanaman dan Cara Membasminya

Setiap jenis hama memiliki karakteristik dan cara menyerang yang berbeda. Ada yang menyerang daun, batang, buah, hingga bagian akar tanaman. Dengan mengetahui ciri-ciri serangannya, kamu bisa menentukan metode pengendalian yang paling tepat agar kerusakan tidak semakin parah.

1. Ulat

Ulat adalah salah satu hama tanaman yang paling umum ditemukan, terutama pada tanaman sayur dan tanaman hias.

Pengganggu ini memakan daun hingga batang, sehingga tanaman jadi tampak berlubang dan rusak. Kalau populasinya banyak, ulat dapat menghambat proses fotosintesis, yang lantas menghambat pertumbuhan tanaman.

Cara membasminya bisa dilakukan dengan mengambil ulat langsung dari tanaman pakai sarung tangan. Namun untuk serangan yang lebih luas, andalkan pestisida alami seperti larutan bawang putih atau insektisida sistemik agar perlindungannya lebih maksimal.

2. Tungau Laba-laba

Tungau laba-laba adalah hama tanaman berukuran kecil yang menyerang daun dengan cara mengisap cairan dan unsur hara. Gejala serangannya ditandai dengan munculnya bercak kuning, daun mengering, atau adanya jaring halus di permukaan daun.

Bahayanya, penyebaran tungau laba-laba cepat banget. Dalam waktu singkat, satu tanaman yang terserang bisa menularkan hama ke sekitarnya. Akibatnya, tanaman jadi layu dan akhirnya mati.

Karena lebih tahan terhadap insektisida biasa, tungau laba-laba umumnya dibasmi pakai akarisida khusus yang memang diformulasikan untuk mengendalikan tungau dan sejenisnya.

3. Kutu Putih dan Kutu Perisai

Kutu putih suka bergerombol di batang atau bagian bawah daun tanaman, sedangkan kutu perisai sering hinggap di daun. Keduanya sulit diberantas karena punya pelindung, kutu putih dengan lapisan lilinnya dan kutu perisai dengan cangkang kerasnya.

Kutu-kutu ini menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan tanaman. Untuk mengatasinya, bersihkan area tanaman menggunakan campuran air dan deterjen cair. Setelah itu, lanjutkan dengan penggunaan insektisida agar benar-benar hilang.

4. Belalang

Meski sering dianggap nggak berbahaya, sebenarnya belalang dapat menghabiskan daun tanaman dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Daun yang diserang jadi bolong-bolong tak beraturan. Kalau populasinya terlalu banyak, tanaman bisa kehilangan sebagian besar daunnya, sehingga pertumbuhannya terganggu..

Langkah pencegahannya bisa dengan menangkapnya langsung atau menyemprot tanaman pakai air agar belalang sulit terbang. Pestisida organik juga efektif untuk mengusir hama tanaman ini.

5. Tungau

Tungau berukuran kecil dan sulit dilihat. Hama ini biasanya bikin daun berubah warna menjadi kuning, muncul bercak, lalu rontok. Karena ukurannya sangat kecil, banyak orang baru menyadari keberadaannya saat tanaman sudah rusak cukup parah.

Untuk mengatasinya, segera potong bagian tanaman yang terinfeksi lalu bakar. Setelah itu, gunakan insektisida untuk membantu membasminya sampai tuntas.

6. Cacing Liang

Cacing liang menyerang akar tanaman dari dalam tanah. Akibatnya, tanaman tumbuh lambat dan tampak layu meskipun sudah disiram dan diberi pupuk.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan nematisida atau pestisida khusus pembasmi cacing. Selain itu, menjaga kualitas tanah dan melakukan rotasi tanaman juga penting untuk mencegah serangan berulang.

7. Tikus

Tikus termasuk hama tanaman yang merugikan karena dapat merusak batang muda, akar, hingga biji tanaman. Jika jumlahnya banyak, kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat besar.

Cara paling efektif untuk mengatasinya adalah menggunakan perangkap tikus, menjaga kebersihan area sekitar tanaman, serta menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus.

8. Lalat Buah

Lalat buah sering menyerang tanaman buah, terutama saat musim hujan. Hama ini menusukkan telur ke dalam buah, lalu larvanya akan memakan daging buah dari dalam sampai busuk. Buah yang terserang pun terlihat berlubang dan jatuh sebelum matang sempurna.

Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang perangkap serangga, menjaga kebersihan area tanaman, dan menggunakan insektisida sesuai kebutuhan.

9. Wereng

Wereng dikenal sebagai salah satu hama utama pada tanaman padi. Ukurannya kecil, tetapi dampaknya cukup besar karena menyerang dengan cara mengisap cairan tanaman.

Daun pun jadi menguning, mengering, bahkan mati. Pada kondisi yang parah, serangan wereng bisa menyebabkan gagal panen. Untuk mengendalikan populasi wereng, petani biasanya melakukan penyemprotan pestisida secara berkala.

10. Rayap

Rayap nggak cuma merusak furnitur atau bangunan kayu, tapi juga bisa menyerang tanaman. Hewan ini memakan bahan yang mengandung selulosa, seperti kayu, daun, batang, dan sisa tanaman mati.

Pengendalian rayap sebaiknya dilakukan sejak dini melalui monitoring dan pemeriksaan rutin pada area tanaman. Kalau kamu menemukan tanda-tanda serangannya, bongkar jalur tanah tempat rayap bersarang dan gunakan pestisida agar kerusakan tanaman nggak makin parah.

Rekomendasi Produk Pembasmi Hama Tanaman yang Ampuh

Selain melakukan perawatan rutin dan menjaga kebersihan area tanaman, penggunaan produk pembasmi hama tanaman juga penting untuk membantu mengendalikannya dengan lebih efektif. Berikut beberapa produk yang bisa kamu andalkan sesuai jenisnya.

1. Green World Insektisida Bamulatt

hama-tanaman

Sumber: ruparupa

Green World Insektisida Bamulatt cocok digunakan untuk membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan serangga dan penyakit.

Produk ini efektif membantu menghalau jamur, virus, bakteri, dan hama yang sering menyerang tanaman rumah, tanaman hias, maupun sayuran. Cocok digunakan sebagai perlindungan rutin agar tanaman tetap sehat dan subur.

2. Insektisida Furadan

hama-tanaman

Sumber: ruparupa

Insektisida Furadan dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama pada banyak jenis tanaman, mulai dari padi, kentang, tomat, hingga tanaman perkebunan seperti teh dan lada.

Produk ini membantu membasmi hama secara efektif sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan kebun maupun pertanian skala lebih besar.

3. Bayer Premise Anti Rayap

hama-tanaman

Sumber: ruparupa

Bayer Premise Anti Rayap ampuh membasmi rayap serta kumbang bubuk kayu yang dapat merusak furnitur maupun tanaman.

Kandungan bahan aktif di dalamnya mampu memberikan perlindungan lebih lama karena cairannya nggak mudah hilang dari permukaan yang diaplikasikan.

4. Kristal Insektisida Pembasmi Serangga Jolt 25ec

hama-tanaman

Sumber: ruparupa

Kristal Insektisida Pembasmi Serangga Jolt 25ec manjur untuk melenyapkan berbagai serangga pengganggu seperti nyamuk, lalat, semut, dan kecoak.

Produk ini dapat diaplikasikan dengan metode semprot maupun fogging, sehingga lebih fleksibel digunakan kebun atau rumah.

5. Big Cheese Ultra Power Perangkap Tikus Kecil

hama-tanaman

Sumber: ruparupa

Big Cheese Ultra Power Perangkap Tikus Kecil menjadi solusi praktis untuk membantu mengendalikan hama tikus di rumah ataupun area hijau.

Perangkap ini mudah digunakan dan dapat dipakai berulang kali sehingga lebih praktis dan ekonomis untuk penggunaan jangka panjang.

BACA JUGA: 11 Peralatan Berkebun di Rumah yang Wajib Kamu Punya

Lindungi Tumbuhan Kesayangan dengan Produk Pembasmi Hama Tanaman dari AZKO

Nah, itu dia berbagai jenis hama tanaman dan cara membasminya yang perlu kamu ketahui. Dengan mengenali tanda-tanda serangan sejak awal, kamu bisa melakukan penanganan yang tepat sebelum kerusakan tanaman makin parah.

Menjaga lingkungan hijau memang membutuhkan ketelitian lebih, tetapi kehadiran produk pembasmi yang mumpuni dari AZKO akan menyederhanakan segala kendala tersebut.

Yuk, dapatkan semua produk yang kamu butuhkan dengan datang langsung ke toko offline AZKO terdekat atau belanja online dari ruparupa! Pastikan tanaman kesayangan tetap sehat, subur, dan tumbuh optimal mulai dari sekarang.

authorbox
A home and lifestyle retail brand from Kawan Lama Group that has been present for over 30 years as Your Home Life Improvement Partner, offering Indonesian customers a complete range of products from A to Z.
Share this article
See More
Stay updated with AZKO’s latest offers
icon for sosial media https://www.instagram.com/azko.idicon for sosial media https://www.tiktok.com/@azko.idicon for sosial media https://www.youtube.com/@AzkoIndonesiaicon for sosial media https://x.com/azko_idicon for sosial media https://www.facebook.com/azko.idicon for sosial media https://www.pinterest.com/azkoindonesia/