Fungsi microwave tidak hanya untuk memanaskan makanan. Alat ini juga bisa dipakai untuk mencairkan bahan beku, mengukus, melelehkan cokelat, dan membuat camilan.
Microwave bekerja dengan gelombang mikro. Gelombang ini membuat kandungan air, lemak, dan gula dalam makanan menghasilkan panas.
Karena prosesnya cepat, microwave sering dipakai untuk kebutuhan dapur. Kamu bisa menghangatkan lauk tanpa kompor atau menyiapkan makanan dalam beberapa menit.
Namun, cara pakainya tetap perlu diperhatikan. Pakailah wadah microwave-safe dan hindari bahan logam.
Yuk, simak fungsi-fungsi microwave di bawah ini!
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Oven Listrik Low Watt, Praktis dan Hemat Energi
Apa Itu Microwave dan Cara Kerjanya?
Microwave adalah alat dapur yang memakai gelombang mikro untuk memanaskan makanan. Gelombang ini masuk ke makanan, lalu diserap oleh kandungan air, lemak, dan gula.
Saat molekul di dalam makanan bergerak, panas akan terbentuk. Inilah yang membuat makanan bisa hangat dalam waktu singkat.
Microwave umumnya memiliki magnetron, waveguide, dan piring putar. Magnetron menghasilkan gelombang mikro, sedangkan waveguide mengarahkan gelombang tersebut ke ruang microwave.
Piring putarnya berfungsi agar makanan terkena panas. Jadi, pastikan piring microwave bisa berputar tanpa terhalang wadah.
Fungsi Microwave
Fungsi microwave bisa meringankan pekerjaan di dapur. Kamu bisa memakainya untuk makanan, bahan beku, camilan, dan beberapa menu sederhana.
1. Menghangatkan Makanan
Menghangatkan makanan adalah fungsi microwave yang paling sering digunakan. Kamu bisa memakainya untuk nasi, lauk, sup, pasta, atau makanan sisa.
Masukkan makanan ke wadah microwave-safe. Setelah itu, atur waktu dan daya sesuai jenis makanan.
Untuk makanan berkuah, pakai penutup khusus microwave. Tujuannya agar mengurangi cipratan di bagian dalam microwave.
2. Mencairkan Bahan Beku
Microwave dengan fitur defrost bisa mencairkan bahan beku dengan cepat. Fungsi ini bisa dipakai untuk daging, ayam, ikan, roti, atau frozen food.
Pakailah mode defrost sesuai petunjuk produk. Jika microwave meminta berat bahan, masukkan beratnya agar prosesnya berjalan efektif.
Setelah bahan mencair, segera olah makanan tersebut. Hindari membiarkan bahan terlalu lama di suhu ruang.
3. Memasak Makanan Cepat Saji
Microwave bisa digunakan untuk makanan cepat saji. Misalnya oatmeal, popcorn, sup instan, mi instan, atau makanan siap santap.
Kamu cukup pakai wadah tahan panas, lalu atur waktu memasak. Setelah itu, ikuti petunjuk pada kemasan makanan. Beberapa makanan perlu diaduk di tengah proses agar panasnya merata.
4. Mengukus Makanan
Microwave juga bisa dipakai untuk mengukus makanan. Kamu bisa mengukus sayuran, dimsum, atau makanan bayi dengan wadah khusus.
Gunakan wadah bertutup yang aman untuk microwave. Tambahkan sedikit air di bagian bawah agar uap bisa terbentuk.
Hindari menutup wadah terlalu rapat jika petunjuk produk tidak menyarankannya. Sebab, uap panas tetap membutuhkan celah agar tidak menekan wadah.
5. Melelehkan Cokelat atau Mentega
Microwave bisa mampu melelehkan cokelat, mentega, atau keju. Ini sangat berguna saat kamu membuat kue atau dessert.
Caraya, pakai durasi pendek terlebih dahulu. Setelah itu, aduk bahan agar panasnya menyebar.
Jika belum cair, panaskan lagi beberapa detik. Hindari memakai durasi panjang karena bahan bisa gosong.
6. Mengembalikan Kerenyahan Camilan
Kerupuk, keripik, dan biskuit bisa melempem karena udara lembap. Microwave mampu mengurangi kelembapan tersebut.
Jadi, letakkan camilan di piring microwave-safe. Panaskan sebentar, lalu diamkan beberapa saat sampai teksturnya kembali kering.
Gunakan waktu singkat agar camilan tidak terlalu panas. Setelah itu, simpan kembali dalam wadah tertutup.
7. Membuat Dessert
Microwave bisa dipakai untuk membuat dessert. Salah satu contohnya adalah mug cake.
Kamu hanya perlu mencampur bahan dalam mug microwave-safe. Setelah itu, panaskan sesuai resep sampai adonan matang.
Jadi, kamu bisa membuat camilan manis dalam porsi kecil. Namun, hasilnya bisa berbeda dari kue yang dipanggang dengan oven.
8. Memanggang dengan Fitur Grill atau Convection
Beberapa microwave memiliki fitur grill atau convection. Fitur ini bisa membuat permukaan makanan lebih kering atau agak renyah.
Kamu bisa memakainya untuk pizza, ayam, ikan, roti, atau kue. Namun, hasilnya tetap bergantung pada fitur tiap produk.
Jika ingin hasilnya renyah, pilih microwave dengan grill atau convection. Setelah itu, baca petunjuk produk agar pengaturan waktunya tepat.
9. Mengeringkan Bumbu Dapur
Microwave bisa dipakai untuk mengeringkan beberapa bumbu daun. Misalnya, seledri, peterseli, basil, atau daun herbal lain.
Nah, letakkan daun di piring microwave-safe. Panaskan sebentar sampai kadar airnya berkurang. Setelah dingin, simpan bumbu dalam wadah kering.
10. Memanggang Kacang
Kacang bisa dipanaskan dengan microwave agar aromanya keluar. Misalnya, kacang tanah, almond, atau kacang mete.
Caranya, sebarkan kacang di piring datar. Panaskan sebentar, lalu aduk agar panasnya merata.
Sesudah itu, hindari meninggalkan microwave saat proses berlangsung. Sebab, kacang bisa cepat gosong jika dipanaskan terlalu lama.
11. Membantu Mengupas Bawang
Microwave bisa mampu melonggarkan kulit bawang. Panas singkatnya bisa membuat kulit bawang mudah terkelupas.
Kamu hanya perlu memasukkan bawang selama beberapa detik saja. Setelah itu, diamkan sebentar sebelum dikupas.
12. Membantu Mensterilkan Peralatan Kecil
Microwave mampu membersihkan beberapa peralatan kecil dengan bantuan uap. Misalnya, botol bayi atau wadah tertentu yang memang aman untuk microwave.
Caranya, pakai sedikit air agar uap panas terbentuk. Pastikan bahan peralatan memiliki label microwave-safe.
Hindari memasukkan logam, karet yang tidak tahan panas, atau plastik biasa. Selalu ikuti petunjuk produk agar aman.
Perbedaan Fungsi Microwave dan Oven
Microwave memakai gelombang mikro untuk memanaskan makanan dari dalam. Alat ini ideal untuk menghangatkan makanan, mencairkan, dan memasak dengan cepat.
Oven memakai panas dari elemen listrik atau gas. Panasnya menyebar di ruang oven, sehingga lebih efektif untuk memanggang kue, roti, dan daging.
Jika kamu ingin makanan cepat hangat, gunakan microwave. Namun, jika kamu ingin tekstur kering, renyah, atau kecokelatan, pakailah oven.
Rekomendasi Microwave dari AZKO
Pilih microwave sesuai kebutuhan dapur. Perhatikan kapasitas, fitur, daya, dan cara pengaturannya.
Berikut ini rekomendasi microwave dari AZKO yang bisa dipertimbangkan.
1. Kris Microwave Low Watt

Sumber: ruparupa
Kris Microwave Low Watt bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Kapasitas 20 liter cukup untuk menghangatkan makanan.
Produk ini memiliki lima pengaturan daya. Kamu bisa menyesuaikannya dengan jenis makanan yang dipanaskan.
Fitur low watt membuat pemakaian listrik lebih hemat. Desainnya juga sederhana untuk dapur rumah.
2. Kris Microwave Oven Digital

Sumber: ruparupa
Kris Microwave Oven Digital memiliki touch control. Panel ini membuat pengaturan waktu dan daya semakin mudah dibaca.
Produk ini dilengkapi 10 level daya. Ada juga enam preset menu untuk beberapa kebutuhan memasak.
Tersedia fitur defrost untuk mencairkan bahan beku dengan cepat. Microwave ini bisa dipakai untuk frozen food, popcorn, dan minuman hangat.
3. Sharp Microwave Oven R-223DA-BK

Sumber: ruparupa
Sharp Microwave Oven R-223DA-BK memiliki kapasitas 23 liter. Produk ini dilengkapi lima power levels dan delapan program otomatis. Kamu bisa menyesuaikan pengaturan dengan menu yang dibuat.
Pintu kacanya berfungsi untuk melihat makanan saat dipanaskan. Ada juga fitur child lock untuk meningkatkan keamanan.
BACA JUGA: 3 Slow Cooker Terbaik, Masak Lebih Sat Set di Rumah!
Yuk, Dapatkan Microwave Berkualitas dan Awet di AZKO!
Itulah fungsi microwave yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa menggunakannya untuk menghangatkan makanan, mencairkan, mengukus, melelehkan bahan, dan membuat camilan.
Temukan berbagai microwave di AZKO yang pilihannya beragam. Yuk, kunjungi toko AZKO terdekat atau belanja online lewat ruparupa!






