Untuk melipat baju di koper, tentu perlu disesuaikan dengan jenis pakaiannya. Untuk pakaian yang santai, kamu bisa memakai teknik menggulung. Untuk pakaian yang formal, pakailah teknik lipat klasik.
Kombinasi dua teknik ini membuat isi koper tetap rapi. Hal ini karena pakaian kasual bisa menghemat ruang, sedangkan kemeja dan blazer bisa menjaga bentuknya.
Berikut ini cara melipat baju di koper agar rapi, hemat ruang, dan tidak mudah kusut.
BACA JUGA: Macam-Macam Ukuran Koper dan Tips Memilih yang Tepat
Cara Melipat Baju di Koper
Packing perlu disesuaikan dengan jumlah pakaian, cara melipat, mengelompokkan, dan menyusun isi koper. Berikut ini cara melipat baju di koper secara detail.
1. Pakai Teknik Roll untuk Pakaian Kasual
Teknik roll atau menggulung bisa dipakai untuk kaos, celana jeans, piyama, dan pakaian olahraga. Tujuannya untuk memaksimalkan ruang koper.
Bentangkan pakaian di permukaan datar. Setelah itu, lipat sisi kanan dan kiri ke bagian tengah.
Gulung pakaian dari bawah ke atas secara rapat. Jika gulungan terlalu longgar, pakaian mudah bergeser di dalam koper.
2. Pakai Metode Ranger Roll agar Gulungan Tidak Terlepas
Ranger roll adalah teknik menggulung pakaian dengan lipatan pengunci. Metode ini efektif untuk kaos, celana ringan, dan pakaian santai.
Balik bagian bawah baju ke luar sekitar 5 cm. Lipatan ini akan menjadi pengunci gulungan.
Lipat lengan dan sisi kanan-kiri baju ke arah dalam. Bentuk pakaian menjadi persegi panjang yang rapi.
Gulung baju dengan erat dari bagian kerah ke arah bawah. Setelah itu, balik lipatan 5 cm tadi untuk membungkus gulungan.
Dengan cara ini, gulungan baju tidak mudah terbuka. Koper juga terlihat rapi saat dibuka.
3. Pakai Metode Folding untuk Pakaian Formal
Metode folding atau lipat klasik bisa dipakai untuk pakaian formal. Misalnya ,kemeja berkerah, blazer, dress, atau celana bahan.
Gunakan permukaan datar sebelum melipat. Ratakan bagian kerah, lengan, dan sisi pakaian agar tidak ada kerutan tersembunyi.
Lipat bagian lengan ke dalam. Setelah itu, lipat baju menjadi dua atau tiga bagian secara rapi.
Simpan pakaian formal di bagian tengah atau atas koper. Kamu juga bisa memberi bantalan dari gulungan baju di sekitarnya.
4. Susun Pakaian dengan Metode Vertikal
Metode vertikal mirip cara menyusun buku di rak. Pakaian dilipat menjadi bentuk kecil yang kokoh, lalu disusun berdiri.
Cara ini bisa dipakai untuk kaos, celana pendek, pakaian tidur, atau baju anak. Kamu juga bisa mengambil satu pakaian tanpa membongkar tumpukan lain.
5. Lipat Baju di Permukaan Datar
Gunakan meja, kasur, atau lantai bersih saat melipat baju. Ratakan bagian lengan, kerah, dan sisi baju sebelum dilipat. Jika ada kerutan kecil, rapikan dengan tangan.
Hindari melipat baju di atas tumpukan pakaian. Permukaan yang tidak rata bisa menyebabkan lipatan miring.
6. Kelompokkan Pakaian Berdasarkan Jenis
Pisahkan pakaian berdasarkan jenisnya. Misalnya, kaos, kemeja, celana, pakaian dalam, dan jaket.
Pengelompokan ini membuat isi koper mudah dicari. Kamu juga tidak perlu membongkar semua pakaian saat mengambil satu barang.
Gunakan packing cubes atau travel organizer jika tersedia. Alat ini bisa memisahkan pakaian berdasarkan kategori.
7. Letakkan Pakaian Berat di Bagian Bawah
Celana jeans, jaket, dan sweater sebaiknya diletakkan di dasar koper. Setelah itu, susun pakaian yang lebih ringan di atasnya.
Jika koper diberdirikan, letakkan barang berat dekat roda. Posisi ini membuat koper akan mudah ditarik.
8. Manfaatkan Kantong dan Kompartemen Koper
Kantong kecil di koper bisa dipakai untuk pakaian dalam, kaus kaki, atau aksesori. Hindari mencampur barang kecil dengan pakaian utama.
Dengan kompartemen, isi koper juga tidak mudah berpindah. Saat koper dibuka, susunannya akan rapi.
Jika koper punya tali pengikat, pakai setelah semua pakaian masuk. Tujuannya untuk menahan pakaian agar tidak bergeser.
9. Pakai Vacuum Bag untuk Pakaian Tebal
Vacuum bag bisa dipakai untuk pakaian tebal. Misalnya, jaket, sweater, hoodie, atau pakaian musim dingin.
Masukkan pakaian ke dalam vacuum bag. Setelah itu, keluarkan udara agar pakaian menjadi pipih.
Hal ini agar ruang koper tetap hemat. Namun, hindari menggunakan pakaian formal yang mudah kusut.
10. Isi Sudut Kosong dengan Barang Kecil
Sudut koper sering menyisakan ruang kosong. Kamu bisa mengisinya dengan kaus kaki, manset, pakaian dalam, atau aksesori kecil.
Barang kecil juga bisa dimasukkan ke dalam sepatu bersih. Namun, bungkus sepatu terlebih dahulu agar pakaian tetap bersih.
Hindari membiarkan banyak celah kosong. Celah tersebut membuat pakaian mudah bergeser saat koper dibawa.
11. Susun Berdasarkan Urutan Pakai
Letakkan pakaian yang paling akhir dipakai di bagian bawah. Pakaian yang segera dipakai sebaiknya berada di bagian atas.
Tujuannya untuk mengambil pakaian tanpa membongkar semua isi koper. Koper juga tetap rapi selama perjalanan.
Untuk perjalanan beberapa hari, susun pakaian per hari. Misalnya, pakaian hari pertama, kedua, dan seterusnya.
12. Tutup dengan Lapisan Pelindung
Lapisan terakhir bisa memakai jaket tipis, syal, atau kain bersih. Jadi, pakaian di bagian atas bisa tertahan.
Selain itu, lapisan pelindung mengurangi gesekan dengan penutup koper. Pakaian juga akan aman saat koper ditutup.
Pastikan koper tidak terlalu penuh sebelum ditutup. Jika sulit ditutup, keluarkan barang yang tidak perlu.
Cara Melipat Beberapa Jenis Baju di Koper
Setiap jenis pakaian membutuhkan teknik lipat yang berbeda. Berikut ini cara melipat jenis-jenis baju di koper.
1. Melipat Kaos
Bentangkan kaos di permukaan datar. Lipat bagian kanan dan kiri ke tengah.
Setelah itu, gulung kaos dari bagian kerah sampai bawah. Jika ingin tetap rapi, pakai metode ranger roll.
Simpan kaos dalam posisi berjajar atau berdiri. Susunan ini membuat isi koper mudah dilihat.
2. Melipat Kemeja
Kancingkan kemeja terlebih dahulu. Lalu, balik kemeja agar bagian depan menghadap ke bawah.
Lipat lengan kanan dan kiri ke tengah. Setelah itu, lipat bagian bawah kemeja ke atas.
Letakkan kemeja di bagian atas atau tengah koper. Tambahkan gulungan baju di sekitarnya sebagai bantalan.
3. Melipat Celana
Lipat celana mengikuti garis tengahnya. Setelah itu, lipat menjadi dua atau tiga bagian.
Untuk celana yang bahannya tipis, hindari melipat terlalu kecil. Jika celana cukup tebal, letakkan di dasar koper.
4. Melipat Jaket
Tutup ritsleting atau kancing jaket terlebih dahulu. Setelah itu, lipat lengan ke bagian tengah.
Lipat bagian bawah jaket ke atas. Jika jaket terlalu tebal, gunakan vacuum bag.
Untuk jaket tipis, kamu bisa memakainya sebagai lapisan penutup.
Rekomendasi Koper Terbaik dan Berkualitas dari AZKO
Teknik lipat yang benar perlu didukung oleh koper yang tepat. Jadi, kamu perlu pilih koper dengan kompartemen luas, roda stabil, dan pengunci aman. Berikut ini rekomendasinya.
1. Supercase Zoomer Koper PC & ABS TSA Lock

Sumber: ruparupa
Supercase Zoomer Koper PC & ABS TSA Lock bisa dipakai untuk perjalanan beberapa hari. Kompartemennya luas, sehingga pakaianmu mudah disusun.
Koper ini dilengkapi empat roda ganda yang bisa berputar 360 derajat. Gagang tariknya juga bisa disesuaikan.
Fitur TSA lock mampu menjaga barang bawaan saat perjalanan. Desainnya modern dan mudah dipakai untuk berbagai kebutuhan bepergian.
2. Supercase Zoomer Koper ABS TSA Lock

Sumber: ruparupa
Supercase Inch Zoomer Koper ABS TSA Lock bisa dipakai untuk membawa pakaian yang banyak. Kompartemennya pun luas.
Empat roda ganda 360 derajat membuat koper mudah digerakkan. Lalu, ada sistem TSA lock untuk memberikan perlindungan tambahan.
Koper ini bisa dipilih jika kamu sering membawa pakaian rapi. Susunan isi koper juga mudah dijaga selama perjalanan.
BACA JUGA: Perbandingan Ukuran Koper dan Fungsinya, Jangan Salah Pilih!
Yuk, Dapatkan Rekomendasi Koper Awet dan Berkualitas Hanya di AZKO!
Itulah cara melipat baju di koper dengan mudah. Kamu bisa menemukan berbagai koper di AZKO untuk perjalanan singkat, mudik, liburan, dan perjalanan kerja.
Kunjungi toko AZKO terdekat atau belanja online lewat ruparupa!






