Ada banyak banget teknik memasak yang biasa dilakukan, seperti menggoreng, memanggang, dan menumis. Teknik menggoreng sendiri bahkan terbagi lagi ke dalam beberapa metode, lho, salah satunya adalah shallow frying. Nah, sudah tahukah kamu apa itu shallow frying?
Biar kamu makin jago dan percaya diri di dapur, pahami lebih dalam pengertian shallow frying. Pas banget, artikel ini sudah menyajikan penjelasannya secara lengkap buat kamu, mulai dari karakteristik sampai tips menerapkannya. Yuk, baca sampai tuntas!
BACA JUGA: Anti Ribet! 3 Solusi Masak Praktis buat Kamu yang Gak Bisa Masak
Pengertian Shallow Frying
Jadi, apa itu shallow frying? Secara harfiah, shallow frying adalah teknik menggoreng dangkal.
Sesuai namanya, metode ini menggunakan minyak goreng dalam jumlah yang relatif sedikit, biasanya hanya sekitar sepertiga hingga setengah dari tinggi bahan makanan yang dimasak.
Artinya, makanan nggak tenggelam sepenuhnya seperti saat deep frying. Oleh karena itulah, kalau memasak dengan cara ini, kamu perlu memobolak-balik makanan agar matang merata di kedua sisi.
Teknik yang termasuk dry heat cooking ini lebih cocok untuk memasak bahan yang kecil, tipis, atau lembut teksturnya.
Perbedaan Shallow Frying dengan Deep Frying
Selain shallow frying, ada metode masak lain yang mungkin lebih familier buat kamu, yaitu deep frying. Meskipun sama-sama teknik menggoreng, keduanya ternyata punya perbedaan yang signifkan, lho. Dari namanya saja sudah sangat berlainan.
Nah, agar kamu bisa menentukan kapan harus menggunakan shallow frying dan deep frying untuk mendapatkan hidangan sesuai keinginan, simak perbedaannya di bawah ini.
1. Jumlah Minyak
Perbedaan yang paling kentara ada pada volume minyaknya. Shallow frying cukup menggunakan minyak sedikit saja, yang penting bagian bawah makanan terkena panas minyak dengan sempurna.
Sebaliknya, deep frying mengharuskan seluruh permukaan makanan terendam, sehingga butuh lebih banyak minyak goreng.
2. Alat Masak
Kebutuhan minyak yang berbeda berpengaruh penggunaan alat masak. Shallow frying menggunakan wajan penggorengan datar atau frying pan, sedangkan deep frying menggunakan wajan yang lebih cekung, seperti wok pan.
3. Teknik Memasak
Seperti yang tadi sempat disinggung, pada shallow frying, kamu harus membalik makanan agar matang merata. Di lain sisi, makanan yang digoreng dengan deep frying nggak perlu dibalik karena seluruh bagiannya sudah terendam minyak panas.
4. Waktu Memasak
Deep frying cenderung lebih cepat matang karena panas merata di seluruh sisi. Sementara itu, shallow frying butuh kesabaran ekstra karena kamu harus membolak-balik masakan agar nggak gosong di salah satu sisi.
5. Jenis Makanan
Shallow frying cocok untuk makanan yang tipis atau berukuran kecil, seperti telur, ikan fillet, tahu, dan tempe, sedangkan deep frying lebih pas untuk kentang goreng dan makanan berbalur tepung, seperti ayam goreng dan aneka gorengan agar teksturnya renyah.
6. Tekstur Masakan
Kalau kamu menginginkan hasil yang lebih lembut di dalam dengan lapisan luar yang sedikit garing, shallow frying adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kamu mengincar tekstur yang garing dan renyah di seluruh sisi, gunakan deep frying.
7. Rasa Masakan
Teknik shallow frying memungkinkan rasa alami dari bahan makanan lebih menonjol karena nggak tertutup oleh rasa minyak panas yang berlebih, seperti halnya deep frying.
8. Aspek Kesehatan
Dilihat dari sisi kesehatan, shallow frying cenderung lebih unggul. Dengan minyak yang sedikit, jumlah lemak dan kalori yang terserap ke dalam makanan pun lebih sedikit, dibandingkan hasil olahan deep frying. Hal ini bikin makanan terasa ringan di perut.
Kelebihan dan Kekurangan Shallow Frying
Setelah melihat perbedaannya dengan deep frying, dapat disimpulkan kalau metode shallow frying mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.
Kelebihan shallow frying:
- Lebih hemat minyak.
- Hasil masakan ringan, nggak terlalu berminyak.
- Lebih sehat dibanding deep frying.
- Cocok untuk masakan rumahan sehari-hari.
- Risiko cipratan minyak lebih kecil.
Kekurangan shallow frying:
- Harus sering membalik makanan.
- Nggak cocok untuk makanan tebal.
- Risiko cepat gosong kalau nggak diawasi.
- Hasilnya nggak serenyah deep frying.
Tips Memasak dengan Metode Shallow Frying
Untuk meminimalisasi berbagai kekurangan tadi dan mendapatkan sajian yang sempurna, berikut ini beberapa tips memasak dengan teknik shallow frying yang dapat kamu terapkan.
- Pastikan suhu minyak sudah pas. Idealnya, suhu minyak berada di sekitar 160-190°C. Jangan masukkan makanan saat minyak masih dingin karena bakal bikin makanan menyerap banyak minyak.
- Bahan makanan jangan terlalu basah. Sebelum masuk wajan, pastikan bahan makanan kering. Makanan yang basah bakal bikin minyak memercik keras dan teksturnya nggak terlalu renyah.
- Balik di waktu yang tepat. Jangan buru-buru membalik. Tanda ketika satu sisi siap dibalik adalah warnya sudah cokelat keemasan dan gelembung di sekitar makanan berkurang.
- Pilih jenis wajan yang sesuai. Pilih wajan yang permukaannya datar agar panas dan minyak menyebar rata dan kamu pun lebih mudah membalik masakan. Hindari menggunakan wok pan.
Rekomendasi Wajan Datar Terbaik untuk Memasak dengan Metode Shallow Frying
Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, teknik shallow frying butuh wajan datar atau frying pan yang berkualitas agar panasnya stabil. Berikut ini rekomendasi produk terbaik yang layak kamu jadikan pilihan.
1. Culinart Linea Wajan Penggorengan

Sumber: ruparupa
Kalau kamu mencari wajan datar yang praktis untuk shallow frying, Culinart Linea Wajan Penggorengan dengan diameter 20 cm andalannya. Terbuat dari material forged alumunium, wajan ini ringan dan nyaman digunakan.
Mengantongi standar food-grade, wajan ini aman buat masakan sehari-hari. Selain itu, tiga lapisan anti-lengketnya nggak bakal bikin makanan menempel dan susah dibersihkan.
Praktisnya, wajan ini sudah kompatibel dengan kompor induksi, lho. Apalagi, desain garis vertikalnya juga estetik, bisa banget menyempurnakan tampilan dapur modernmu.
2. Culinart Set Duo Wajan Penggorengan

Sumber: ruparupa
Kalau butuh fleksibilitas, kamu bisa pilih Culinart Set Duo Wajan Penggorengan. Dalam satu paket, kamu mendapatkan dua wajan sekaligus dengan kapasitas 1 liter dan 1,6 liter, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan memasak.
Material forged aluminium-nya juga bikin distribusi panas lebih cepat dan merata. Ditambah lagi dengan lapisan anti lengket, proses memasak dan membersihkannya jadi lebih efisien.
Gagang ergonomisnya juga dirancang tahan panas agar aman dan nyaman saat digunakan, terutama saat membolak-balik masakan. Dengan desain simpel tapi elegan, wajan ini sempurna banget untuk melengkapi dapur kamu.
BACA JUGA: Perbedaan Panci dan Wajan: Panduan Memilih Alat yang Tepat
Hasilkan Masakan Shallow Frying yang Lezat dengan Wajan yang Tepat dari AZKO!
Nah, sampai di sini kamu sudah paham betul, kan, apa itu shallow frying, termasuk perbedaannya dengan deep frying, kelebihan dan kekurangannya, serta tips mempraktikkannya? Dengan menguasai teknik ini, kamu pun bisa jadi juru masak dapur yang naik level.
Keunggulan shallow frying bukan cuma hemat minyak, tapi juga bisa bikin masakan kamu lebih sehat dan tetap lezat. Namun ingat, hasil masakan juga sangat dipengaruhi oleh alat yang kamu gunakan. Jadi, pastikan wajan penggorenganmu tepat dan bagus, ya.
Nggak perlu pusing, percayakan saja pada produk pilihan AZKO tadi. Dengan distribusi panas yang merata, lapisan anti lengket terbaik, bahan unggulan yang tangguh, dan desain ergonomis, masak dengan shallow frying dijamin lebih mudah.
Yuk, segera datang ke toko offline AZKO terdekat atau belanja online dari ruparupa untuk mendapatkan wajan penggorengan datar dan berbagai alat masak berkualitas lainnya!






